1

Aku tersenyum memikirkan hari itu. Di mana langit menunjukkan warna jingga, lalu dirimu lantas muncul dari kejauhan.

Ah, aku jadi ingat, betapa nadiku berdetak cepat. Sedetik kemudian aku sudah menyerah tenggelam dalam pelukmu. Rasa hampa dan resah berkumpul menjadi satu. Menjadi sebuah gumpalan rindu yang lalu menguap tak berwujud.

Aku suka kehangatan itu. Dirimu.

Kala mengingatnya, rasa itu menyeruak, meneriakkan opininya.

Tidak. Aku tau ini bukan saatnya, momen itu sudah lewat. Aku harusnya turut bahagia, di hari pernikahanmu.

Comments

Popular posts from this blog

3

2